Assalamualaikum Wr.Wb
Kali ini saya akan membagikan sebuah ilmu tentang sistem komputer. Langsung saja berikut materinya
A. Dasar dari Komputer
1. Data
Komputer yang dipakai saat ini adalah sebuah pemroses data. Fungsinya sangat
sederhana : Untuk memproses data, kemudian hasil prosesnya diselesaikan secara
elektronis didalam CPU (Central Processing Unit) dan komponen lainnya yang
menyusun sebuah komputer personal.
2. Analog
Suatu sinyal yang dikirimkan dari suatu pemancar (transmitter) ke penerima (receiver)
untuk berkomunikasi, adalah data. Datadata
yang bisa dijumpai seharihari
memiliki
banyak bentuk, antara lain: suara, huruf, angka, dan karakter lain (tulisan tangan atau
dicetak), foto, gambar, film dan lain sebagainya. Suatu sistem yang dapat memproses
nilai yang kontinyu berbanding terhadap waktu dinamakan sistem analog.
3. Digital
Sistem yang memproses nilai diskrit (langkah demi langkah) dinamakan digital. Pada
sistem digital untuk menunjukkan suatu nilai digunakan simbol yang dinamakan digit.
4. Bit
Setiap angka 0 dan 1 biasa disebut Bit. Bit adalah singkatan dari Binary Digit. Kata
Binary diambil dari nama Binary Number System (Sistem Bilangan Biner).
5. Sistem bilangan biner
Sistem bilangan biner disusun dari angkaangka,
sama seperti sistem bilangan desimal
(sistem bilangan 10) yang sering digunakan saat ini. Tetapi untuk desimal
menggunakan angka 0 sampai 9, sistem bilangan biner hanya menggunakan angka 0
dan 1. Perhatikan gambar berikut.
6. Bytes
Pengolahan data yang paling sering digunakan adalah pengolah kata (word
processing), yang akan digunakan sebagai contoh. Ketika melakukan suatu
pengolahan kata, komputer bekerja dengan keyboard. Ada 101 tombol yang mewakili
karakter alphabet A, B, C, dst. Selain itu juga akan ditemui karakter angka 0 sampai
dengan 9, dan karakterkarakter
lain yang diperlukan, antara lain : ,.;():_?!"#*%&.
Seluruh karakter yang ada pada keyboard harus didigitalkan. Karakterkarakter
tersebut diwakili oleh angkaangka
0 dan 1. Bit yang digunakan adalah 8 bit biner. 8
bit biner dinamakan Byte.
8 bit = 1 bytes, sistem inilah yang digunakan. Jika menggunakan 8 bit biner, berapa
kombinasi angka yang dapat diwakili?.
Untuk sistem bilangan biner, banyaknya kombinasi dihitung dengan 2 n ≤ m. n adalah
jumlah bit, m adalah kombinasi yang dapat diwakili.
Sehingga pada 8 bit biner, dapat mewakili 2 8 = 256 kombinasi maksimal.
7. ASCII
ASCII singkatan dari American Standard Code for Information Interchange. Standard
yang digunakan pada industri untuk mengkodekan huruf, angka, dan karakterkarakter
lain pada 256 kode (8 bit biner) yang bisa ditampung.
Tabel ASCII dibagi menjadi 3 seksi:
a) Kode sistem tak tercetak (Non Printable System Codes) antara 0 – 31.
b) ASCII lebih rendah (Lower ASCII), antara 32 – 137. Diambil dari kode
sebelum ASCII digunakan, yaitu sistem American ADP, sistem yang bekerja
pada 7 bit biner.
a) ASCII lebih tinggi (Higher ASCII), antara 128 – 255. Bagian ini dapat
diprogram, sehingga dapat mengubahubah
karakter.
8. Program code
Telah disebutkan diatas tentang data yang digunakan pada komputer. Tetapi begitu banyak data yang ada pada komputer personal. Tipe data dasar dapat dikelompokkan
menjadi 2 :
a) Program Code, dimana data digunakan untuk menjalankan fungsi komputer.
b) Data User, seperti teks, gambar dan suara.
Suatu komputer harus memiliki instruksiinstruksi
agar dapat berfungsi sebagaimana
fungsinya. Hal ini akan dijelaskan lebih detail pada modul 3. CPU didesain untuk
mengenali instruksiinstruksi
ini, yang kemudian diproses bersamasama
data user.
Program Code adalah kumpulan instruksiinstruksi,
dieksekusi satu persatu, ketika
program dijalankan. Saat mengklik
mouse, atau mengetikkan sesuatu pada keyboard,
instruksiinstruksi
dikirimkan dari software (perangkat lunak) ke CPU.
9. Files
Program Code dan Data User disimpan sebagai file pada media penyimpanan. Tipe
file dapat dikenali dari ekstensi file tersebut. Berikut adalah contohnya :
B. Sistem Bilangan
1. Desimal
Sebelum mempelajari tentang
bilangan biner, ada baiknya mengetahui tentang sistem
bilangan yang umum dipakai,
yaitu desimal (bilangan basis 10). Perhatikan gambar berikut :
Untuk menghitung suatu basis bilangan, harus dimulai dari nilai yang terkecil (yang
paling kanan). Pada basis 10, maka kalikan nilai paling kanan dengan 10 0 ditambah
dengan nilai dikirinya yang dikalikan dengan 10 1 , dst. Untuk bilangan dibelaang
koma, gunakan faktor pengali 10 1 , 10 2, dst.
Contoh :
1243 = (1 X 10 3 ) + (2 X 10 2 ) + (4 X 10 1 ) + (3 X 10 0 )
= 1000 + 200 + 40 + 3
752,91 = (7 X 10 2 ) + (5 X 10 1 ) + (2 X 10 0 ) + (9 X 10 1) + (1 X 10 2)
= 700 + 50 + 2 + 0,9 + 0,01
2. Biner
Untuk bilangan biner (bilangan basis 2), perhatikan gambar berikut :
Untuk bilangan biner, kalikan bilangan paling kanan terus ke kiri dengan 2 0 , 2 1 , 2 2 ,
dst.
Contoh :
101102 = (1 X 2 4 ) + (0 X 2 3 ) + (1 X 2 2 ) + (1 X 2 1 ) + (0 X 2 0 )
= (16 + 0 + 4 + 2 +0) = 22
Dari contoh diatas, menunjukkan bahwa bilangan biner 10110 sama dengan bilangan
desimal 22.
Dari dua sistem bilangan diatas, dapat dibuat rumus umum untuk mendapatkan nilai
desimal dari radiks bilangan tertentu :
(N)r = [(d0 x r 0 ) + (d1 x r 1 ) + (d2 x r 2 ) + … + (dn x r n )]10
dimana; N = Nilai
r = Radiks
d0, d1, d2 = digit dari yang terkecil (paling kanan) untuk d0
3. Heksadesimal
Bilangan heksadesimal biasa disebut bilangan basis 16, artinya ada 16 simbol yang
mewakili bilangan ini. Perhatikan gambar berikut :
dst.
Contoh :
101102 = (1 X 2 4 ) + (0 X 2 3 ) + (1 X 2 2 ) + (1 X 2 1 ) + (0 X 2 0 )
= (16 + 0 + 4 + 2 +0) = 22
Dari contoh diatas, menunjukkan bahwa bilangan biner 10110 sama dengan bilangan
desimal 22.
Dari dua sistem bilangan diatas, dapat dibuat rumus umum untuk mendapatkan nilai
desimal dari radiks bilangan tertentu :
(N)r = [(d0 x r 0 ) + (d1 x r 1 ) + (d2 x r 2 ) + … + (dn x r n )]10
dimana; N = Nilai
r = Radiks
d0, d1, d2 = digit dari yang terkecil (paling kanan) untuk d0
3. Heksadesimal
Bilangan heksadesimal biasa disebut bilangan basis 16, artinya ada 16 simbol yang
mewakili bilangan ini. Perhatikan gambar berikut :
Untuk konversi bilangan biner ke heksadesimal, perhatikan contoh berikut :
101101010100100102 = 0001 0110 1010 1001 0010
= 1 6 A 9 2
Jadi bil. biner 10110101010010010 sama dengan bil. heksadesimal 16A92.
Penulisan bilangan heksadesimal biasa juga ditambahkan dengan karakter “0x”
didepannya. Nilai 254316 sama nilainya dengan 0x2543.
4. Oktal
Bilangan oktal disebut bilangan basis 8, artinya ada 8 simbol yang mewakili bilangan
Ini. Perhatikan gambar berikut :
101101010100100102 = 0001 0110 1010 1001 0010
= 1 6 A 9 2
Jadi bil. biner 10110101010010010 sama dengan bil. heksadesimal 16A92.
Penulisan bilangan heksadesimal biasa juga ditambahkan dengan karakter “0x”
didepannya. Nilai 254316 sama nilainya dengan 0x2543.
4. Oktal
Bilangan oktal disebut bilangan basis 8, artinya ada 8 simbol yang mewakili bilangan
Ini. Perhatikan gambar berikut :
Untuk konversi bilangan biner ke oktal, perhatikan contoh berikut :
101101010100100102 = 010 110 101 010 010 010
= 2 6 5 2 2 28
Jadi bil. biner 10110101010010010 sama dengan bil. oktal 265222.
Untuk konversi dari oktal ke heksadesimal, ubah terlebih dahulu bilangan oktal yang
akan dikonversi menjadi biner. Hal ini berlaku juga untuk konversi dari heksadesimal
ke oktal. Perhatikan contoh berikut :
7258 = 111 010 1012
= 0001 1101 0101
= 1 D 516
FE16 = 1111 11102
= 011 111 110
= 3 7 68
101101010100100102 = 010 110 101 010 010 010
= 2 6 5 2 2 28
Jadi bil. biner 10110101010010010 sama dengan bil. oktal 265222.
Untuk konversi dari oktal ke heksadesimal, ubah terlebih dahulu bilangan oktal yang
akan dikonversi menjadi biner. Hal ini berlaku juga untuk konversi dari heksadesimal
ke oktal. Perhatikan contoh berikut :
7258 = 111 010 1012
= 0001 1101 0101
= 1 D 516
FE16 = 1111 11102
= 011 111 110
= 3 7 68
Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Wassalamualaikum Wr. Wb
No comments:
Post a Comment